Rabu, 23 Juni 2010

Tips Mencuci Sayuran Segar

Sayuran segar merupakan makanan sehat yang murah dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Namun, sayuran kini ditanam dengan menggunakan berbagai macam bahan kimia baik untuk mengusir hama maupun mempercepat pertumbuhannya. Biasakan untuk mencuci sayuran terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, untuk menyingkirkan bahan kimia. Mencuci dengan benar selain membersihkan sayuran, juga sekaligus menjaga kandungan gizinya.

Berikut tips-tips mencuci sayuran segar:

  • Cucilah sayuran dalam keadaan utuh tidak terpotong-potong agar zat-zat “berharga” yang terkandung di dalamnya tidak ikut larut bersama air pencuci.
  • Gunakan air bersih yang mengalir untuk membersihkan daun dari zat kimia berbahaya dan membersihkan tanah yang masih menempel pada akar-akarnya.
  • Ketahui usia sayuran untuk meminimalkan kandungan zat kimia yang menempel pada batang/daunnya. Insektisida/pestisida sistemik yang digunakan pada saat merawat sayuran membuatnya lebih kebal terhadap hama namun membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang dibandingkan dengan insektisida/pestisida.

Rabu, 16 Juni 2010

kasih dan cinta

Rasa hormat adalah asas penting menjalin
hubungan cinta yang suci sesuai dengan aturan
Allah swt. Hormat kepada perintah Allah, ajaran
Rasul serta hormat ke atas hak dan maruah di
antara pasangan amat dititik beratkan ke arah
satu hubungan yang berkekalan.

Seorang lelaki yang jujur terhadap cinta dan kasih

sayang yang terjalin terhadap seorang wanita
tidak sewenang-wenangnya menyentuh tangan
wanita atau memegang erat tubuhnya. Wanita
bukannya objek yang boleh diperalatkan.

Jika ini terjadi, seorang wanita perlu berfikir,
apakah pasangan seperti ini mampu melindungi
dan menjaga maruahnya apabila berkahwin
nanti?

Jika hari ini haknya tergadai kerana seorang yang
dinamakan kekasih, apa kesudahan yang bakal
berlaku satu hari nanti?…”

gizi yang sehat pada anak-anak

Nutrisi Cukup, Anak pun Sehat dan Bahagia
Gizi.net - KONVENSI Hak Anak (KHA) yang telah diratifikasi pemerintah Indonesia sejak tahun 1990 menyatakan sehat adalah hak anak. Sehat di sini tidak hanya dalam pengertian fisik semata, melainkan juga kesehatan mental-sosial. Kebutuhan untuk menjadi bahagia, dalam hal ini sehat mental dan sosial, juga merupakan hak anak.

Bagaimana orangtua merespon kebutuhan ini? Perlu pengetahuan dan keterampilan orangtua agar anak tumbuh dan berkembang dengan sehat dan bahagia.

Anak yang bahagia, ujar, dr Tinuk Agung Meilany dari RSAB Harapan Kita, adalah anak yang bisa bernyanyi, tertawa, bebas berekspresi, serta tumbuh wajar sesuai kebutuhan dan minatnya. Menurutnya, untuk menjadi anak yang bahagia dan merasa puas pada dirinya sendiri perlu rangsangan yang cukup. Rangsangan ini akan diterima dengan optimal bila tubuh sehat dan hal ini perlu didukung nutrisi yang cukup dan seimbang.

Anak yang sehat, antara lain ditandai dengan aktif, ceria, memiliki selera makan yang baik, serta bisa bermain dan belajar. Berat badan naik setiap bulan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya. Tinuk menyebut, agar seorang anak mampu menerima rangsangan dengan optimal, kebutuhan nutrisi atau zat gizi anak harus sejajar dengan pertumbuhan, aktivitas fisik, ukuran badan, energi yang dikeluarkan dan fase sakit.

"Keseimbangan zat gizi yang dikandung dalam komposisi, macam, maupun jumlahnya, harus sesuai dengan kebutuhan menurut berat badan ideal," katanya.